Pacitan Respons Perubahan Industri, SMKN 2 Dorong Guru dan Siswa Adopsi AI di Era Retail 5.0
By Admin
Workshop Artificial Intelligence/AI
nusakini.com, Pacitan — Perubahan perilaku konsumen dan pesatnya adopsi teknologi melatarbelakangi langkah Dinas Pendidikan di Jawa Timur untuk memperkuat kompetensi vokasi. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pacitan menggelar pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi pendidik dan siswa Program Keahlian Pemasaran di SMKN 2 Pacitan pada Selasa (21/7/2026).
Kegiatan bertajuk pengembangan bisnis retail modern tersebut bertujuan membekali tenaga pengajar dan peserta didik dengan keterampilan digital, mulai dari pembuatan konten pemasaran, analisis perilaku konsumen, hingga penerapan strategi omnichannel retail. Langkah ini diambil guna memastikan kurikulum SMK tetap relevan dengan dinamika pasar kerja nasional.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pacitan, Sasmito Pribadi, menyatakan bahwa instansinya mendorong sekolah vokasi untuk adaptif terhadap perkembangan dunia usaha dan dunia industri. Menurutnya, integrasi teknologi seperti AI di lingkungan sekolah bukan ancaman, melainkan sarana pendukung kualitas pembelajaran.
"Pendidikan vokasi harus terus bergerak mengikuti perkembangan dunia usaha. AI merupakan peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga guru perlu meningkatkan kompetensinya agar relevan dengan kebutuhan industri masa kini," ujar Sasmito dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
Dalam kesempatan sama, praktisi pemasaran digital Ahmad Madani menepis kekhawatiran bahwa AI akan menggeser peran pekerja manusia secara penuh. Ia menekankan bahwa teknologi berperan menggantikan mekanisme kerja lama, sementara aspek empati, kreativitas, dan komunikasi tetap berada pada kendali SDM.
"Retail sedang berevolusi. Konsensus pentingnya adopsi teknologi ini bukan berarti menghilangkan peran manusia, melainkan mengubah cara memberikan pengalaman kepada pelanggan," tutur Ahmad Madani di hadapan para peserta.
Melalui program ini, pemerintah daerah berharap lulusan SMK Pemasaran di Pacitan dapat terserap optimal di dunia kerja, baik sebagai tenaga profesional digital maupun wirausahawan mandiri. (*)